Skip to content

About

Panduan instalasi OpenCode di Termux (native bionic build)

Topics

Resources

Stars

0 stars

Watchers

0 watching

Forks

Latest commit

 

History

20 Commits

Folders and files

NameName
Last commit message
Last commit date
 
 
 
 
 
 
 
 

Repository files navigation

🌐 English | Bahasa Indonesia

OpenCode for Termux

Masang OpenCode di Termux, tanpa ribet

GitHub repo size Platform Architecture License


Build-nya native bionic — satu file ELF murni. Nggak pakai glibc, nggak pakai proot, nggak pakai container. Makanya ringan dan langsung jalan.


Daftar Isi


Tentang

Singkatnya: repo ini isinya cara masang OpenCode (AI coding agent yang jalan di terminal) di Termux, lengkap sama script installer-nya.

OpenCode aslinya nggak menyediakan build buat Termux. Untungnya ada Hope2333/opencode-termux yang bikin build khusus "native bionic", dan panduan ini berdiri di atas build itu. Kenapa build ini enak:

Fitur Keterangan
Zero glibc Satu file ELF Bionic, nggak ada ketergantungan glibc
TUI bawaan Antarmuka terminal penuh via libopentui.so
Tanpa proot Nggak butuh container atau chroot sama sekali
Cepat Dieksekusi langsung, tanpa overhead wrapper
Gampang dipasang Tinggal dpkg -i satu file, atau pakai script installer

Prasyarat

Cek dulu HP kamu memenuhi ini:

Kebutuhan Nilai Cara Cek
Arsitektur aarch64 uname -m
Android API ≥ 28 (Android 9+) —
Termux Versi terbaru pkg update
Alat curl, dpkg pkg install curl
Ruang kosong ± 200 MB —
# Cek arsitektur — keluarnya harus aarch64
uname -m

Kalau hasil uname -m bukan aarch64, berhenti dulu di sini — paketnya memang cuma tersedia buat arsitektur itu.


Memilih Versi

Ada dua generasi OpenCode yang bisa dipasang. Ini ringkasannya:

Versi Perintah Versi Terbaru File .deb
v1 opencode1 1.19.3 opencode1_1.19.3_aarch64.deb
v2 opencode 2.1.4 opencode_2.1.4_aarch64.deb
v1 (1.18.x – 1.19.x) v2 (2.0.x – 2.1.x)
Status Jalur pemeliharaan Mainline terbaru
Prefix paket opencode1 opencode
Cocok buat Kompatibilitas Kebanyakan orang

Bedanya apa sih? v2 itu seri rilis terbaru OpenCode — fitur dan perbaikan paling baru masuknya ke sini, jadi buat pemakaian biasa pilih v2 aja. v1 itu seri 1.x yang masih dipelihara upstream buat yang butuh kompatibilitas (misalnya konfigurasi lama yang belum pindah). Sejauh ini build v1 upstream mentok di 1.19.3; rilis OpenCode yang lebih baru dari itu cuma dibangun sebagai v2. Oh ya, data dan konfigurasi kedua generasi ini terpisah total, jadi pindah generasi nggak akan menghapus pengaturan generasi satunya.

Satu hal yang perlu tahu: v1 dan v2 sama-sama pengin pakai perintah opencode. Normalnya pasang salah satu aja. Kalau memang mau dua-duanya barengan, caranya ada di bagian ini.

⚠️ Pengguna Android 15/16, baca ini dulu: v2 versi 2.1.4 saat ini punya bug yang bikin TUI-nya crash pas dibuka di Android 15/16. Kalau HP kamu Android 15/16, pasang 2.0.32 aja dulu (sudah dites jalan di Android 16; 2.0.24 juga aman). Detailnya ada di Pemecahan Masalah.


Instalasi

File .deb versi terbaru adanya di release per generasi: v2 di Push261026, v1 di Push261016. Iya, tag-nya beda — versi terbaru tiap generasi memang nggak selalu nongol di release yang sama.

v2: https://github.com/Hope2333/opencode-termux/releases/tag/Push261026 v1: https://github.com/Hope2333/opencode-termux/releases/tag/Push261016

Script Installer (Otomatis)

Cara paling cepat ya pakai script install.sh dari repo ini. Kamu tinggal jalanin, script yang mikir: dia nanya GitHub API versi terbaru tiap generasi itu apa (mode auto — saat ini v2: 2.1.4 di Push261026, v1: 1.19.3 di Push261016; pin versi di dalam script cuma cadangan kalau API-nya lagi nggak bisa dihubungi), terus dia unduh file-nya, cocokkan SHA256-nya sama SHA256SUMS.txt resmi, pasang pakai dpkg -i, dan terakhir dia buktiin sendiri hasilnya jalan.

One-liner (membuka menu interaktif — pilih aksi dengan mengetik angka):

curl -fsSL https://raw.githubusercontent.com/keika-sy/install-opencode-termux/main/install.sh | bash

Menu interaktif

Dijalankan tanpa argumen apa pun di terminal (atau dengan --menu), script menampilkan menu seperti ini:

=== Menu Utama ===
Status terpasang saat ini: v2 = 2.0.31 | v1 = belum terpasang

  1) Pasang OpenCode v2 (versi terbaru)
  2) Pasang OpenCode v1 saja
  3) Pasang v1 + v2 berdampingan
  4) Cek update
  5) Update paket terpasang
  6) Copot pemasangan...
  7) Bantuan
  0) Keluar

Pilih (0-7):

Ketik nomornya, tekan Enter. Habis satu aksi selesai, kamu balik lagi ke menu — jadi cek update, pasang update, sampai copot bisa dilakukan dalam satu sesi tanpa jalanin script berkali-kali. Menu ini baca input langsung dari terminal, makanya tetap jalan walaupun script-nya kamu jalankan lewat one-liner curl | bash di atas.

Nggak mau menu? Gampang: kasih argumen apa aja (misalnya --v2) dan script langsung kerja tanpa nanya-nanya. Atau set OPENCODE_NO_MENU=1. Kalau script jalan tanpa terminal (pipe/CI), dia juga otomatis langsung masang v2 kayak biasa.

Cara kerja script

  1. Cek lingkungan — mastiin perangkatnya aarch64, dpkg ada, dan curl terpasang (kalau belum, dia pasang sendiri).
  2. Tentukan versi — nanya GitHub API: versi tertinggi tiap generasi itu apa dan adanya di tag release mana. Kalau API nggak terjangkau, dia pakai pin versi bawaannya dan ngasih tahu kamu.
  3. Unduh — file .deb diunduh pakai progress bar yang ngikutin lebar layar Termux kamu (ada spinner, persen, ukuran, dan perkiraan waktu selesai). Unduhannya punya batas waktu yang tegas dan dicoba ulang otomatis, jadi nggak bakal menggantung diam-diam.
  4. Verifikasi SHA256 — checksum file dicocokkan sama SHA256SUMS.txt resmi dari release yang sama. Nggak cocok = pemasangan dibatalkan.
  5. Pasang & verifikasi — dpkg -i, terus script jalanin opencode --version buat mastiin hasilnya beneran jalan.

Nggak ada langkah siluman: semua yang dia lakukan muncul sebagai baris [INFO] / [ OK ] / [WARN] di terminal kamu.

Pilihan lain:

# Memasang v1 saja
curl -fsSL https://raw.githubusercontent.com/keika-sy/install-opencode-termux/main/install.sh | bash -s -- --v1

# Memasang v1 + v2 berdampingan
curl -fsSL https://raw.githubusercontent.com/keika-sy/install-opencode-termux/main/install.sh | bash -s -- --both

# Memasang versi tertentu dari tag release tertentu
curl -fsSL https://raw.githubusercontent.com/keika-sy/install-opencode-termux/main/install.sh | bash -s -- --version 2.0.27 --tag Push261013

Atau unduh dulu script-nya, baru jalanin lokal:

curl -fsSL -o install.sh https://raw.githubusercontent.com/keika-sy/install-opencode-termux/main/install.sh
bash install.sh --help
Opsi Keterangan
--menu Tampilkan menu interaktif (juga muncul otomatis bila tanpa argumen di terminal)
--v2 Pasang OpenCode v2 (bawaan)
--v1 Pasang OpenCode v1 saja (+ symlink opencode)
--both Pasang v1 + v2 berdampingan
--version <versi> Pasang versi tertentu (sesuaikan juga --tag)
--tag <tag> Paksa satu tag release untuk semua generasi (bawaan: per generasi)
--no-verify Lewati verifikasi SHA256
--force-conflicts Teruskan --force-conflicts ke dpkg
--keep Simpan file .deb hasil unduhan
--check-update Cek versi terbaru di upstream & bandingkan dengan yang terpasang
--update Perbarui paket terpasang ke versi terbaru
--uninstall <v1|v2|all> Copot pemasangan

Cek & pasang update:

bash install.sh --check-update   # laporan: versi terpasang vs versi terbaru
bash install.sh --update         # unduh + verifikasi + pasang versi terbaru

Contoh keluaran --check-update (v2 bisa diperbarui, v1 belum terpasang):

Hasil pengecekan — versi terpasang dibandingkan versi terbaru upstream:
  v2   : 2.0.31 -> 2.1.4 (release Push261026) — UPDATE TERSEDIA
  v1   : belum terpasang — versi terbaru 1.19.3 (release Push261016)

[INFO] Ada pembaruan tersedia. Pasang dengan: bash install.sh --update

Cara bacanya gampang: baris terpasang -> terbaru artinya ada update buat generasi itu; tulisan sudah versi terbaru artinya nggak ada yang perlu kamu lakukan.

Soal cek update: script memindai daftar releases upstream lewat GitHub API (termasuk prerelease, soalnya batch terbaru upstream statusnya prerelease) dan ngambil versi tertinggi per generasi beserta tag release-nya. Makanya dia nggak gampang ketinggalan versi.

Pilihan A — OpenCode v1 (1.19.3)

Paket v1 masang binary bernama opencode1. Biar bisa dipanggil pakai perintah opencode juga, dibuatlah symlink (langkah 5 di bawah). Script installer ngelakuin langkah ini otomatis.

# 1. Unduh
cd ~
curl -fL --retry 3 -o opencode1_1.19.3_aarch64.deb \
  "https://github.com/Hope2333/opencode-termux/releases/download/Push261016/opencode1_1.19.3_aarch64.deb"

# 2. Verifikasi checksum (disarankan)
curl -fsSL -o SHA256SUMS.txt \
  "https://github.com/Hope2333/opencode-termux/releases/download/Push261016/SHA256SUMS.txt"
grep "opencode1_1.19.3_aarch64.deb" SHA256SUMS.txt | sha256sum -c -

# 3. Periksa isi paket (opsional)
dpkg-deb -I opencode1_1.19.3_aarch64.deb    # metadata paket
dpkg-deb -c opencode1_1.19.3_aarch64.deb    # daftar file di dalam paket

# 4. Install
dpkg -i opencode1_1.19.3_aarch64.deb

# 5. Jadikan perintah `opencode`
ln -sf "$PREFIX/bin/opencode1" "$PREFIX/bin/opencode"

# 6. Verifikasi
opencode --version    # -> 1.19.3

# 7. Bersihkan file installer
rm -f opencode1_1.19.3_aarch64.deb SHA256SUMS.txt

Pilihan B — OpenCode v2 (2.1.4)

⚠️ Android 15/16? Jangan pasang yang ini dulu. 2.1.4 lagi kena bug crash TUI di Android 15/16. Buat HP Android 15/16, ikuti langkah yang sama persis tapi pakai file opencode_2.0.32_aarch64.deb (release-nya sama, Push261026 — tinggal ganti nama file di semua langkah). Detail bug-nya ada di Pemecahan Masalah. Di Android ≤ 14, versi ini aman-aman aja.

Paket v2 masang binary yang namanya memang sudah opencode, jadi nggak ada langkah tambahan apa-apa.

# 1. Unduh
cd ~
curl -fL --retry 3 -o opencode_2.1.4_aarch64.deb \
  "https://github.com/Hope2333/opencode-termux/releases/download/Push261026/opencode_2.1.4_aarch64.deb"

# 2. Verifikasi checksum (disarankan)
curl -fsSL -o SHA256SUMS.txt \
  "https://github.com/Hope2333/opencode-termux/releases/download/Push261026/SHA256SUMS.txt"
grep "opencode_2.1.4_aarch64.deb" SHA256SUMS.txt | sha256sum -c -

# 3. Periksa isi paket (opsional)
dpkg-deb -I opencode_2.1.4_aarch64.deb    # metadata paket
dpkg-deb -c opencode_2.1.4_aarch64.deb    # daftar file di dalam paket

# 4. Install
dpkg -i opencode_2.1.4_aarch64.deb

# 5. Verifikasi
opencode --version    # -> opencode v2.1.4

# 6. Bersihkan file installer
rm -f opencode_2.1.4_aarch64.deb SHA256SUMS.txt

Versi v2 tersedia dari 2.0.0 sampai 2.1.4, dan v1 dari 1.18.8 sampai 1.19.3. Versi-versi itu tersebar di beberapa tag release — buat versi selain yang terbaru, ganti juga tag pada URL (misalnya 2.0.27 ada di tag Push261013), atau pakai script installer dengan opsi --version + --tag. Ini juga cara buat downgrade — misalnya turun ke 2.0.32 gara-gara bug 2.1.4 di Android 15/16.

Pilihan C — Software Source (apt / pacman)

Selain pasang manual, ada juga sumber paket resmi buat install/update lewat apt atau pacman.

Instalasi satu-baris (atur source + install sekaligus):

curl -fsSL https://hope2333.github.io/repo/install.sh | sh -s -- --install opencode

Manual via apt:

# Tambahkan source (sekali)
echo "deb [trusted=yes arch=aarch64] https://github.com/Hope2333/opencode-termux/releases/latest/download/ ./" \
  > "$PREFIX/etc/apt/sources.list.d/hope2333.list"

# Install
apt update && apt install opencode          # v2
# atau
apt update && apt install opencode1         # v1

Indeks Packages.gz cuma melacak versi terbaru per paket. Kalau kamu mau pin versi tertentu, pakai instalasi manual (dpkg -i) atau script installer.


Cara Penggunaan

opencode              # membuka TUI (menu interaktif)
opencode web          # menjalankan antarmuka web
opencode serve        # menjalankan server
opencode run "..."    # menjalankan satu prompt langsung (non-interaktif)
opencode --version    # menampilkan versi
opencode --help       # menampilkan bantuan

Lokasi Data & Konfigurasi

Versi Konfigurasi Data
v1 ~/.config/opencode1 ~/.local/share/opencode1
v2 ~/.config/opencode ~/.local/share/opencode

Data dan konfigurasi tiap generasi disimpan terpisah, jadi keduanya nggak bakal saling ganggu. Ini juga alasan kenapa update, downgrade, bahkan uninstall nggak menghapus pengaturanmu — yang diganti cuma paket programnya.


Uninstall

dpkg -r opencode1     # jika memasang v1 (Pilihan A)
dpkg -r opencode      # jika memasang v2 (Pilihan B)

Atau lewat script installer:

bash install.sh --uninstall all

Jika sebelumnya membuat symlink untuk v1, hapus juga:

rm -f "$PREFIX/bin/opencode"

Catatan: uninstall cuma mencopot paket. Data dan konfigurasi (~/.config/opencode*, ~/.local/share/opencode*) nggak ikut kehapus — riwayat dan pengaturanmu tetap aman kalau suatu saat kamu masang lagi. Kalau memang mau bersih total, hapus folder-folder itu manual.


Pemecahan Masalah

v2 2.1.4 crash di Android 15/16: Pointer exceeds safe integer range

Kalau opencode langsung mati pas dibuka dengan error kayak gini:

Starting background server...
Error: Pointer exceeds safe integer range
    at createContext (...)
    at Tui.run (...)

...itu bug beneran dari upstream, bukan salah HP kamu dan bukan salah cara masangnya (opencode --version tetap jalan normal — yang mati cuma TUI-nya). Sudah dilaporkan di issue #43 dan issue #45.

Akar masalahnya, singkatnya: di Android 15/16, allocator sistem ngasih tag di byte atas pointer heap, jadi nilai pointernya jadi lebih besar dari batas aman angka JavaScript. Layer FFI punya OpenTUI (library TUI-nya OpenCode) nggak siap nerima pointer sebesar itu dan langsung nyerah. Di Android ≤ 14 masalah ini nggak muncul.

Solusi sementara: turun ke versi 2.0.32 — dia satu release dengan 2.1.4, tapi build-nya beda dan sudah dites jalan normal di Android 16:

bash install.sh --version 2.0.32 --tag Push261026

Versi 2.0.24 juga sudah terbukti aman (dari laporan issue-nya), jadi bisa dipakai sebagai alternatif. Intinya yang sudah dipastikan kena bug ini cuma build 2.1.4-nya saja. Paket .deb memang bisa ditimpa versi lain (downgrade itu hal normal di dpkg, datamu nggak kesentuh kok). Nanti kalau upstream sudah merilis perbaikan, tinggal bash install.sh --update lagi buat naik ke versi terbaru.

Catatan: mode non-TUI seperti opencode serve dan opencode run "..." kemungkinan tetap jalan di 2.1.4 karena crash-nya ada di jalur TUI, tapi ini belum terverifikasi resmi.

Android lama: Bad system call (SIGSYS)

Di Android lama (kasus yang dilaporkan: Android 12, umumnya ≤ 14), seccomp sistem bisa memblokir syscall close_range (nr 436), jadi OpenCode mati saat start dengan pesan "Bad system call".

Kabar baiknya: paket native terbaru sudah bawa shim libopencode-crhandler.so di dalam paketnya (perbaikan issue #36 — paket versi lama di-repack pada release Push261013, dan semua versi baru sejak Push261016 sudah ter-hardening). Jadi kalau kamu pakai versi terbaru dari panduan ini, langkah manual di bawah nggak perlu lagi.

Buat paket lama (sebelum perbaikan itu), solusinya pakai shim secara manual:

curl -fsSL https://github.com/Hope2333/opencode-termux/releases/download/native-beta-260826/libopencode-crshim.so \
  -o "$PREFIX/lib/libopencode-crshim.so"

export LD_PRELOAD="$PREFIX/lib/libopencode-crshim.so"

Biar permanen, tambahkan ke ~/.bashrc atau ~/.profile:

export LD_PRELOAD="$PREFIX/lib/libopencode-crshim.so"

Error: "opencode conflicts with opencode1"

Beberapa build v2 bawa metadata Conflicts: opencode1. Kalau dpkg -i gagal dengan pesan itu (biasanya pas masang v1), tambahkan opsi --force-conflicts:

dpkg -i --force-conflicts opencode1_1.19.3_aarch64.deb

Unduhan gagal, berhenti, atau script terasa menggantung

Penyebab kegagalan paling umum ya koneksi putus di tengah jalan — unduhan .deb itu besar (v2 sekitar 76 MB) dan daftar releases GitHub API sekitar 1–2 MB. Script installer sudah ngantisipasi ini: ada batas waktu per percobaan, percobaannya diulang otomatis sampai 3x, dan progress bar-nya nunjukin unduhan beneran jalan atau berhenti. Kalau tetap gagal juga:

  1. Cek koneksi internetmu, terus jalanin ulang script yang sama. Aman kok diulang — pemasangan yang sudah jadi nggak akan rusak.
  2. Kalau pakai cara manual, tambahkan --retry 3 di perintah curl.
  3. Kalau GitHub API balas error sesaat (rate limit buat alamat IP bersama), tunggu beberapa menit terus coba lagi.

Checksum tidak cocok

Artinya file yang keunduh nggak sama dengan file resmi di release — penyebab terseringnya unduhan terputus/korup. Script bakal batalin pemasangan demi keamanan, dan itu memang perilaku yang benar. Jalanin ulang aja biar file-nya diunduh segar. Jangan pakai --no-verify kecuali kamu paham risikonya dan sudah memeriksa sendiri file-nya.

opencode: command not found setelah pemasangan

Paketnya sih sudah terpasang, tapi shell-nya belum kenal perintah barunya. Tutup dan buka lagi Termux, atau jalanin hash -r, terus coba lagi. Kalau kamu masang v1 saja secara manual, ingat perintah aslinya itu opencode1 — perintah opencode cuma ada kalau symlink dibuat (script installer bikin otomatis di mode --v1).

Arsitektur tidak didukung / ruang penyimpanan penuh

Paket upstream cuma tersedia buat aarch64 — perangkat 32-bit (armv7l) atau x86_64 nggak bisa pakai panduan ini, titik. Soal ruang: unduhan plus paket terpasang butuh ± 200 MB kosong. Kosongin dulu (kalau perlu apt clean dan hapus file .deb lama), terus ulangi.

Memasang v1 dan v2 berdampingan

Dua-duanya bisa dipasang barengan, tapi nama perintahnya sama-sama opencode, jadi salah satu harus pakai nama berbeda:

Perintah Versi Cara
opencode v2 Binary bawaan paket
opencode1 v1 Tanpa symlink opencode
dpkg -i opencode_2.1.4_aarch64.deb      # v2  -> perintah `opencode`
dpkg -i --force-conflicts opencode1_1.19.3_aarch64.deb   # v1 -> perintah `opencode1`

Atau jalanin aja script installer pakai bash install.sh --both.


Tanya Jawab (FAQ)

Perlu root nggak? Nggak. Semua langkah jalan sebagai pengguna Termux biasa.

Update bakal menghapus konfigurasi dan riwayat saya? Nggak. Update (dan downgrade, dan uninstall) cuma mengganti paket programnya. Konfigurasi, data, dan riwayat sesi tinggal di ~/.config/opencode* dan ~/.local/share/opencode*, terpisah dari paket — lihat juga Uninstall.

Versi mana yang harus saya pasang? v2, kecuali kamu punya alasan khusus buat tetap di 1.x. Tapi khusus pengguna Android 15/16: untuk sekarang pasang 2.0.32 dulu, soalnya 2.1.4 lagi ada bug crash TUI di Android versi itu (detailnya di Pemecahan Masalah).

Apa bedanya pasang lewat script sama manual? Hasil akhirnya sama persis — paket .deb resmi yang sama, dipasang pakai dpkg -i juga. Bedanya, script ngerjain semua langkah bosannya buat kamu: milih versi terbaru per generasi, unduh, verifikasi SHA256, masang, terus buktiin hasilnya jalan. Cara manual ngasih kamu kendali penuh di tiap langkah.

Kenapa verifikasi SHA256 penting? Checksum itu bukti file yang kamu unduh utuh dan identik sama yang diterbitkan upstream — bukan file rusak gara-gara unduhan putus, dan bukan file yang diubah pihak lain di tengah jalan.

Bisa pasang versi lama tertentu (misalnya buat rollback)? Bisa banget — paket .deb bisa ditimpa versi lama, namanya downgrade dan itu normal. Pakai --version + --tag di script (contohnya ada di bagian Script Installer), atau unduh manual .deb dari tag release yang sesuai. Ingat aja: versi terbaru tiap generasi bisa ada di tag yang berbeda-beda.

Harus terhubung ke internet? Iya, buat unduh paket dan cek versi terbaru. Sesudah terpasang pun OpenCode tetap butuh internet buat ngobrol sama penyedia model AI yang kamu pakai.

Berapa ukuran yang diunduh? Paket .deb itu puluhan MB (v2 2.1.4: sekitar 76 MB), ditambah file checksum kecil. Siapin ruang kosong ± 200 MB biar proses ekstraksi dpkg leluasa.

Panduan ini resmi dari tim OpenCode? Bukan — ini panduan komunitas yang berdiri di atas build Termux dari Hope2333. Lihat Kredit.


Catatan Teknis

Keluarga Paket

Repo aslinya menyediakan beberapa varian paket:

Keluarga Package Keterangan
native (mainline) opencode / opencode1 Zero-glibc bionic ELF, langsung dieksekusi
wrapper opencode-wrapper / opencode1-wrapper Wrapper glibc (butuh glibc + openssl-glibc)
compressed (UPX) opencode-compressed / opencode1-compressed UPX, lebih kecil, startup lebih lambat
standalone opencode-wrapper-standalone Versi beku untuk rollback

Panduan ini fokus ke keluarga native (yang disarankan). Dalam satu generasi, keluarga native / wrapper / compressed itu saling eksklusif — pasang tepat satu. Lintas generasi (opencode1* sama opencode*) boleh berdampingan.

Riwayat Perubahan Nama Paket

  • opencode-glibc → opencode-wrapper (diganti nama, dengan jalur upgrade otomatis via Replaces/Breaks).
  • Paket v1 sekarang ber-prefix opencode1* biar bisa berdampingan dengan v2 opencode di perangkat yang sama.

Kredit

Disclaimer: Repo ini panduan instalasi komunitas buat menghadirkan OpenCode di Termux. Repo ini bukan buatan tim OpenCode, nggak berafiliasi dengan tim OpenCode, dan nggak didukung (endorsed) oleh mereka.


Made with ❤️ by @keika-sy

About

Panduan instalasi OpenCode di Termux (native bionic build)

Topics

Resources

Stars

0 stars

Watchers

0 watching

Forks

Contributors

Languages